Aa’ Gym Beber Pernikahan Kedua
JAKARTA - Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar membeberkan pernikahan keduanya kepada wartawan. Secara terbuka, dia juga menyebut nama istri kedua yang telah dinikahinya, yakni Alfarini Eridani.
Pernyataan Aa’ Gym (panggilan akrab KH Abdullah Gymnastiar) tersebut disampaikan kemarin dalam jumpa pers di Kantor Daarut Tauhiid Jakarta, Jalan Cipaku I Nomor 43, Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sore itu sekitar pukul 17.00, Aa’ Gym datang bersama istri pertamanya, Ninih Muthmainnah Muhsin. Mereka baru tiba dari Malaysia.
"Saya diminta memberi ceramah Jumat kemarin," kata Aa’ Gym. Setiba di tanah air, Aa’ Gym beserta Teh Ninih (panggilan akrab Ninih Muthmainnah Muhsin, Red) langsung menuju Kantor Daarut Tauhid Jakarta.
Baju koko merah yang dikenakan Aa’ Gym tampak serasi dengan pakaian dan kerudung merah yang dipakai Teh Ninih. Senyum ramah tak sekejap pun lepas dari keduanya. Istri kedua Aa’ Gym, Alfarini Eridani, tidak hadir dalam acara tersebut. Ketika ditanya mengapa istri kedua tak diajak, Aa’ Gym hanya membalas dengan senyum. "Cukup kami berdua saja," ujarnya.
Kepada wartawan, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 29 Januari 1962 itu mengatakan, selama ini banyak teman atau tamu yang berpesan agar dia jangan sampai melakukan dua hal, yakni berpolitik dan berpoligami. Saran tersebut, terutama mengenai poligami, menurut Aa’ Gym, sebenarnya kurang tepat.
"Poligami itu tidak bertentangan dengan syariat Islam. Saya heran, kenapa orang tidak boleh berpoligami. Seolah-olah poligami itu buruk sehingga orang yang melakukannya dinilai telah berbuat buruk dan zalim," tegasnya. Keputusan untuk berpoligami tersebut, lanjut Aa’ Gym, tentunya harus mengikuti persyaratan-persyaratan yang digariskan Alquran.
Aa’ Gym mengaku prihatin dengan kondisi saat ini. Di satu sisi, poligami dianggap buruk dan salah, tapi kasus-kasus hamil di luar nikah justru dianggap biasa. "Saya sangat prihatin dengan kondisi dunia saat ini. Segalanya menjadi serba terbalik. Perbuatan yang sebenarnya sesuai dengan syariat Islam, seperti poligami, dianggap buruk. Tapi, perbuatan yang benar-benar salah dianggap biasa," ujarnya.
Menurut Aa’ Gym, poligami bisa menjadi sebuah pilihan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. "Ini seperti emergency exit (jalan keluar darurat, Red)," katanya. Sayang, Aa’ Gym tidak menjelaskan lebih jauh pernyataannya tersebut. Ketika didesak, lagi-lagi Aa’ Gym hanya membalas dengan senyum. "Saya hanya ingin meminta maaf kepada masyarakat Indonesia bila keputusan saya ini dirasa atau dinilai mengecewakan," ujarnya.
Bagaimana sikap Teh Ninih menanggapi status dirinya yang dimadu Aa’ Gym? Dengan tersenyum tanpa beban, dia menyampaikan bahwa Aa’ Gym memang telah meminta izin kepadanya. Secara pribadi, Teh Ninih mengaku tidak keberatan. Sebab, hal itu juga merupakan sunah rasul. "Saya ikhlas dan rida, meskipun bagi sebagian perempuan itu terasa berat," ungkapnya.
Setelah melakukan jumpa pers di Jakarta, Aa’ Gym menurut rencana akan kembali mengadakan jumpa pers di Bandung besoknya (hari ini, Red). Acara tersebut akan dilangsungkan di Kantor Daarut Tauhiid Bandung. "Mau Aa’ Gym sih jumpa pers cukup di Jakarta saja, tapi sekretarisnya menyarankan sekalian di Bandung juga," jelas Humas Yayasan Daarut Tauhiid (DT) Arif Rahman.
Menurut Arif, Aa’ Gym segera mengambil keputusan untuk mengadakan jumpa pres tersebut setelah banyak beredar kabar soal pernikahan keduanya itu di media massa. "Aa’ Gym sih nggak emosi. Dia nggak marah. Cuma beritanya jadi simpang siur," katanya.
Ketika dihubungi Jawa Pos, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Kiai Miftah yang dikabarkan menjadi penghulu atas pernikahan kedua Aa’ Gym ternyata sedang tidak berada di rumah. "Bapak sedang menghadiri pengajian," kata Sri Farida, istri Kiai Miftah.
Menurut Farida, bukan Kiai Miftah yang menikahkan atau menjadi penghulu dalam pernikahan Aa’ Gym. Bahkan, Kai Miftah sebenarnya tidak tahu tujuan undangan Aa’ Gym ketika itu.
"Bapak (Kiai Miftah, Red) baru tahu kalau itu acara akad nikah Aa’ Gym setelah bapak berada di sana," jelasnya. Jadi, kata Farida, kapasitas Kiai Miftah dalam acara pernikahan Aa’ Gym sekadar tamu, bukan penghulu.
Begitu rahasianya acara pernikahan Aa’ Gym itu, sampai-sampai Farida tidak mengetahui langsung kabar tersebut dari Kiai Miftah. "Saya baru saja mengetahui kabar pernikahan itu dari media," ujarnya. Sayang, Farida lupa tanggal pasti acara pernikahan
==============================================================
komentar :
Aplaus buat Aa’Gym yang memberikan contoh bagus bagaimana berpoligami dan semoga bisa merubah pandangan buruk poligami.
Asal poligami jangan sampai dijadikan alasan pria gak bermoral saja :D. utk memenuhi hawa nafsunya
Masih banyak janda2 atau wanita lemah yang butuh penopang hidup di Indonesia ini.
Wah klo aku, pikir2 dulu klo mo punya istri 2 ^_^ wakakakakaka
, istri satu saju sulit merawatnya…
belum lagi kerjaannya banyak. …
Gimana mbagi waktunya ya….???
Bisa divonis pasti candra GAK BAKAL ADIL ^_^.
Gimana klo Membangun Lembaga Pendistribusian Janda2 & Wanita saja klo gitu
utk para laki2 jomblo
Hus bercanda terus …