Malaikat masih membentangkan sayap indahnya

February 1st, 2008 by kaliurang2012

Langit masih luas…
daratan siap dijelajahi …
samudera siap diarungi…

Langit masih indah,
lukisan matahari tengelam masih menemaniku,
memberi variasi pencahayaan melukis langit nan luas…

Malaikat masih membentangkan sayap nan indah dari kaki langit ke kaki langit lain…

Hanya satu

Segala puji bagi Nya yg memberikan banyak curahan rizki kepada hambamu.

NASIB BUNGA SEULANGA

August 20th, 2007 by kaliurang2012

SEULANGA - by Rafly

Na bungong Seulanga Keumang  saboh bak tangke   
Ada setangkai bunga Seulanga yang sedang mekar
Mubee harom hai sayang didalam taman
Sangat harum baunya di dalam taman
Tatem beutatem sibu bungong ngak luhu (2x)
Hendak kita siram agar tetap mekar (2x)
Oh kalayee tho krang seulanga nyan gadoh mangat bee (2x)
Jika sudah layu dan kering maka bunga seulanga akan hilang harumnya

Wahe bungong ceudah hana ban

WaWahai bunga yang sangat indah
 
Tamse nyak dara nyang canden rupa
Seperti seorang gadis yang sangat cantik
Diteuka bana dijak peuayang
datanglah kumbang untuk mengganggu
uroe ngon malam bungong didoda
Siang dan malam bunga di nina bobo

Sayang-sayang leupah that sayang
Sangatlah disayangkan

Oh troh bak watee bungong pih mala
Jika sudah sampai waktu maka bunga akan layu
Ka habeh duroh bak tangke leukang
Jatuh berguguran dari tangkainya
Keubit that sayang naseb Seulanga
sangatlah sayang nasib bunga seulanga

M-Collection 
Nanggroe Atjeh Darussalam Music

 

Ujian BI _ Evolusi Anak Infor

June 27th, 2007 by kaliurang2012

ari ini ujian Bahasa Indonesia…
mata kuliah yg seharusnya dah diambil semester lalu

Tp krn kontroversial ekivalensi…
akhirnya aku tidak mengambilnya semester lalu

Bahasa Indonesia ,
Mata kuliah yang tidak perlu belajar.
Isinya mengarang dengan ilmu smp pun sudah cukup.

Sial ternyata setelah beberapa menit menulis…
tanganku sudah gak kuat lagi menulis.
Ternyata tanpa disadari anak2 informatika telah berevolusi… ^_^

Aku sendiri termenung melihat tulisanku selama beberapa bulan baru kali ini…
menulis beberapa lembar.
Tak hanya aku saja yang mengeluh
Teman2 dan adik angkatan pun banyak mengeluh.

Wah kalo ngetik 1 buku sih kuat…
lah ini menulis beberapa halaman dah lengan seperti mau copot
(tentusaja intensitas penggunaan otot lengan yg digunakan berbeda antara mengetik dan menulis)

Sambil mengistirahatkan tubuhku…
aku pun tertawa sendiri dalam hati dg sedikit senyum kecut

Kenapa tulisanku semakin jelek ya…
mungkin pulpennya yg jelek :D
betapa tidak tulisanku bagai rerumputan terhampar…
Rerumputan itu berdiri tegak disatu sisi…
lalu ada angin meniupnya….. Fiuuuhh
…disisi kebun lain condong kekanan
…ada jg yang miring kekiri( mungkin saja terjadi turbulensi angin)
bahkan beberapa tanaman sudah tidak dapat teridentifikasi jenisnya.

ada bebarapa kekurangan dari kemajuan teknologi :
1. Orang lebih banyak memikirkan simple instan dan praktis
Hal ini banyak mempengaruhi mental berpikir seseorang.
2. Manusia tidak lagi memberikan prioritas untuk daya ingat otak
krn dia telah mengalihkannya pada komputer dan gadget2.

————————————————————-

Apakah teknologi berbanding lurus dengan manfaatnya.
Tergantung pada manusianya !
————————————————————-

Ngomong2 tulisan jelek saya jadi inget
teringat waktu di konsulat Prnacis…
pernah dapat tugas dari staf
stafnya kebetulan perempuan
kata staf dr indonesia mmg tulisannya org Prancis itu jelek.
Latin dan gak bisa dibaca masih lebih baik tulisan latin bapakku sing gak karuan
Tulisan org Indoneisia memang bagus. Salute

Dwi Susanto, Wisudawan Cumlaude PENS-ITS, di Mata Ibu Angkatnya dari AS

March 24th, 2007 by kaliurang2012

Dwi Susanto, Wisudawan Cumlaude PENS-ITS, di Mata Ibu Angkatnya dari AS
1174753317b
Saya Ingin Dwi seperti Pramoedya

Tidak
banyak mahasiswa yang mempunyai kesempatan seperti Dwi Susanto, salah
seorang wisudawan terbaik ITS. Dia berhasil mewujudkan cita-citanya
setelah bertemu Mimi Coy Anzel, warga AS. Kemarin, mahasiswa teknologi
informasi Diploma III Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS
itu diwisuda disaksikan ibu angkatnya itu

LUSIE WARDANI

Suasana
haru terlihat saat Dwi Susanto bertemu dengan Mimi Coy Anzel, ibu
angkatnya yang berkewaraganegaraan Amerika Serikat dalam acara wisuda
di Graha ITS kemarin. Senyum mengembang di bibir mereka.

Ucapan
terima kasih tak henti-hentinya terucap dari mulut Dwi, panggilan akrab
Dwi Susanto. Mimi pun membalasnya dengan pelukan hangat dan sebuah
tepukan bangga di punggung pemuda 23 tahun itu. Terlihat jelas bahwa
wanita 50 tahun itu begitu bangga pada Dwi.

Suasana semakin haru
kala Amirah, ibu kandung Dwi Susanto datang menghampiri keduanya.
Dengan mata berkaca-kaca, wanita paruh baya itu merangsek dan memeluk
Mimi. Isak tangis keduanya langsung terdengar. Mimi memeluk Amirah
dengan erat dan menenangkannya. Setelah sedikit tenang, Amirah pun
menggenggam tangan Mimi dengan erat seraya mengucapkan terima kasih
kepada ibu angkat Dwi itu, yang langsung diterjemahkan anaknya dalam
bahasa Inggris. Mimi pun tersenyum hangat dan membalas genggaman
Amirah.

Pemandangan mengharukan di ruang Argopuro, Graha ITS,
itu tentu saja menyedot perhatian wisudawan lain dan keluarganya. Tak
terkecuali para dosen Dwi yang kemudian ikut bergabung dan menyalami
Mimi serta Amirah. "O… ini ibu angkat Dwi ya," ujar Iwan Syarif,
ketua Jurusan Teknologi Informasi, PENS-ITS.

Setelah acara
tangis-tangisan itu, suasana pun berubah jadi suka cita. Mimi tak
henti-hentinya memperhatikan anak angkatnya yang masih mengenakan toga
wisudawan tersebut. Ekspresinya begitu bangga melihat Dwi akhirnya
sukses menyelesaikan studi dengan cumlaude.

"Sejak bertemu
dengan dia, saya yakin Dwi anak baik dan punya motivasi yang besar
untuk maju. Dan dia telah membuktikan hari ini. Saya sangat bangga
menjadi ibu angkatnya," kesan Mimi yang kemarin secara khusus datang ke
Surabaya untuk menghadiri wisuda anak angkatnya itu.

Dwi Susanto
adalah mahasiswa ITS asal Ponorogo. Niatnya untuk melanjutkan studi ke
perguruan tinggi hampir kandas kalau saja dia tidak bertemu Mimi Coy
Anzel, yang kemudian menjadi ibu angkatnya dan bersedia membiayai
kuliahnya. Dwi memang berasal dari keluarga tidak mampu. Sehari-hari
keluarganya hidup pas-pasan. "Saya tidak membayangkan akhirnya bisa
kuliah dan bahkan diwisuda di kampus hebat ini. Ayah saya hanya petani
yang penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari," ujarnya.

Paham
dengan kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan itu Dwi memutuskan
untuk melanjutkan sekolah di sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK),
dengan harapan dapat langsung bekerja setelah lulus dari sana. "Untuk
mengembangkan kemampuan, setiap sore saya kursus bahasa Inggris di
Elite English School," ujar bungsu dari lima bersaudara itu.

Tak
dinyana, melalui salah satu program tempat kursusnya itulah Dwi bertemu
dengan Mimi Coy Anzel. Lembaga kursus itu mempunyai kurikulum praktik
lapangan bagi siswanya setiap 6 bulan sekali. Daerah study tour yang
dipilih kala itu, tahun 2002, adalah Jogjakarta. Dwi dan siswa lainnya
diwajibkan mempraktikkan kemampuan berbahasa Inggrisnya dengan
berkomunikasi langsung dengan turis asing yang ditemuinya di lapangan.

Saat
itu Dwi bertemu Mimi yang sedang menikmati keindahan Keraton
Jogjakarta. Dia memperkenalkan diri sekaligus menyodorkan form
percakapan yang harus diisi Mimi dan dinilai langsung olehnya. "Awalnya
saya kaget, tapi lalu terkesan dengan keluguannya," tutur Mimi.

Pertemuan
itu berlanjut. Mimi pun turut naik ke dalam bus yang ditumpangi Dwi
beserta teman-teman kursusnya. Dalam perjalanan selama dua jam
mengelilingi Jogjakarta itu Mimi duduk bersebelahan dengan Dwi. "Satu
yang saya ingat, dia sangat jujur. Dalam pembicaraan itu dia mengatakan
terus terang bahwa dia sangat menyukai orang Amerika karena mereka
terbuka, namun dia tidak menyukai George Bush Jr. Hal yang tidak banyak
orang mau mengungkapkannya," kenang Mimi. Kesan yang mendalam itu
terekam terus dalam benak wanita yang belum lama ini suaminya meninggal
dunia.

Meski akhirnya berpisah, komunikasi antara Dwi dan Mimi
terus berlangsung melalui e-mail. Setiap minggu mereka bertukar pikiran
dan menceritakan kehidupan masing-masing. Kedekatan itu terus berlanjut
hingga akhirnya Mimi memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan
mengunjungi kampung halaman Dwi di Ponorogo, pada 2004.

Dalam
pertemuan itu mereka saling bertukar pikiran. Dwi bercerita pada Mimi
bahwa dia telah menjual beberapa kambingnya untuk membeli formulir
pendaftaran mahasiswa baru di ITS. Dwi juga mengatakan bahwa sebenarnya
dia telah lulus ujian masuk dan berhak melanjutkan kuliah di salah satu
kampus terkemuka di Indonesia itu, namun dia tidak mempunyai dana untuk
itu.

Mimi sempat tertegun mendengar penuturan Dwi. Dia lalu
menanyakan jumlah biaya yang dibutuhkan Dwi untuk mewujudkan
cita-citanya itu. Setelah dikalkulasi, Mimi pun menyanggupi untuk
membiayai seluruh ongkos kuliah Dwi. "Saya gembira sekali mendengar
kesanggupan Mimi kala itu. Rasanya bagai mendapat durian runtuh,"
kenang Dwi.

Keesokan harinya Mimi dan Dwi langsung berangkat ke
Surabaya. Mereka mengecek apa saja kebutuhan Dwi selama tinggal di
Surabaya untuk studi. Setelah memastikan Dwi dapat tinggal dan belajar
dengan tenang, barulah Mimi kembali ke Amerika Serikat.

Alumnus
SMK Negeri I Jenangan, Ponorogo, itu tidak mau menyia-nyiakan kebaikan
ibu angkatnya itu. Dia terus belajar dengan tekun. Bahkan tidak jarang
harus menginap di laboratorium untuk menyelesaikan tugasnya. Setiap
semester dia selalu mengirimkan daftar nilainya kepada Mimi di AS.
Dengan harapan ibu angkatnya itu biar tahu perkembangan kuliah Dwi.
"Saya tidak ingin mengecewakannya," ungkap Dwi.

Kerja keras
Dwi membuahkan hasil. Kemarin dia dikukuhkan sebagai salah satu
wisudawan ITS yang meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi
Kumulatif (IPK) 3,63. Suatu prestasi yang membanggakan Sukirman dan
Amirah, orang tua kandungnya, serta Mimi, orang tua angkatnya.

Ketika
Dwi memberi kabar bahwa dia akan diwisuda, Mimi yang sudah tiga bulan
ini bekerja di Bunda Maria School Jakarta langsung menyatakan
kesediannya untuk datang dan menyaksikan anak angkatnya itu mengenakan
toga wisuda. "Saya sangat rindu dia. Saya ingin melihatnya mencapai
kesuksesan dalam hidupnya," ujar Mimi yang sudah tiga tahun tidak
bertemu Dwi.

Saat ditanya alasannya membantu Dwi, Mimi
menjelaskan bahwa dia terinspirasi Pramoedya Ananta Toer. Menurut dia,
Pramoedya adalah salah seorang pengarang yang berhasil mendobrak dunia
meskipun berasal dari keluarga tidak mampu. Dia ingin Dwi mengikuti
jejak idolanya itu. "Pram adalah tokoh yang pantas diteladani," ucap
Mimi.

Mimi tidak ingin Dwi membalas jasa yang telah diterima
dari dirinya selama ini. Namun dia ingin Dwi meneruskan apa yang telah
dirintisnya. "Saya berharap kelak akan ada Dwi-Dwi lain yang bakal
terbantu oleh Dwi, anakku," pesan Mimi. (*)

http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=277454

when i look at the sky

March 14th, 2007 by kaliurang2012

when i look at the sky
hey, the stars are still embracing

these stars look like a crowd of people
emitting different types of light

that’s right, that’s why…
i want to shine for once
i close my eyes and swear.
i entrust my dream to a shooting star.

this is the park i always go to.
i can see the sunset
on the slide.

since long ago, it was my own special seat
if i have any troubles, i always come here
ever since that time, i am in the middle of my dream
even up to now, i am not able to fulfill it

maybe this is the end
what a weak voice i speak in

but there are also days where it seems i won’t make it
but then i’ll remember

looking for the shooting star ini thar starry sky
the wish that i made when i was small
hasn’t changed with the passage of time

Aa’ Gym Beber Pernikahan Kedua …

December 2nd, 2006 by kaliurang2012

1165090485b Aa’ Gym Beber Pernikahan Kedua
JAKARTA - Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar membeberkan pernikahan keduanya kepada wartawan. Secara terbuka, dia juga menyebut nama istri kedua yang telah dinikahinya, yakni Alfarini Eridani.


Pernyataan Aa’ Gym (panggilan akrab KH Abdullah Gymnastiar) tersebut disampaikan kemarin dalam jumpa pers di Kantor Daarut Tauhiid Jakarta, Jalan Cipaku I Nomor 43, Blok S, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sore itu sekitar pukul 17.00, Aa’ Gym datang bersama istri pertamanya, Ninih Muthmainnah Muhsin. Mereka baru tiba dari Malaysia.

"Saya diminta memberi ceramah Jumat kemarin," kata Aa’ Gym. Setiba di tanah air, Aa’ Gym beserta Teh Ninih (panggilan akrab Ninih Muthmainnah Muhsin, Red) langsung menuju Kantor Daarut Tauhid Jakarta.

Baju koko merah yang dikenakan Aa’ Gym tampak serasi dengan pakaian dan kerudung merah yang dipakai Teh Ninih. Senyum ramah tak sekejap pun lepas dari keduanya. Istri kedua Aa’ Gym, Alfarini Eridani, tidak hadir dalam acara tersebut. Ketika ditanya mengapa istri kedua tak diajak, Aa’ Gym hanya membalas dengan senyum. "Cukup kami berdua saja," ujarnya.

Kepada wartawan, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 29 Januari 1962 itu mengatakan, selama ini banyak teman atau tamu yang berpesan agar dia jangan sampai melakukan dua hal, yakni berpolitik dan berpoligami. Saran tersebut, terutama mengenai poligami, menurut Aa’ Gym, sebenarnya kurang tepat.

"Poligami itu tidak bertentangan dengan syariat Islam. Saya heran, kenapa orang tidak boleh berpoligami. Seolah-olah poligami itu buruk sehingga orang yang melakukannya dinilai telah berbuat buruk dan zalim," tegasnya. Keputusan untuk berpoligami tersebut, lanjut Aa’ Gym, tentunya harus mengikuti persyaratan-persyaratan yang digariskan Alquran.

Aa’ Gym mengaku prihatin dengan kondisi saat ini. Di satu sisi, poligami dianggap buruk dan salah, tapi kasus-kasus hamil di luar nikah justru dianggap biasa. "Saya sangat prihatin dengan kondisi dunia saat ini. Segalanya menjadi serba terbalik. Perbuatan yang sebenarnya sesuai dengan syariat Islam, seperti poligami, dianggap buruk. Tapi, perbuatan yang benar-benar salah dianggap biasa," ujarnya.

Menurut Aa’ Gym, poligami bisa menjadi sebuah pilihan yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. "Ini seperti emergency exit (jalan keluar darurat, Red)," katanya. Sayang, Aa’ Gym tidak menjelaskan lebih jauh pernyataannya tersebut. Ketika didesak, lagi-lagi Aa’ Gym hanya membalas dengan senyum. "Saya hanya ingin meminta maaf kepada masyarakat Indonesia bila keputusan saya ini dirasa atau dinilai mengecewakan," ujarnya.

Bagaimana sikap Teh Ninih menanggapi status dirinya yang dimadu Aa’ Gym? Dengan tersenyum tanpa beban, dia menyampaikan bahwa Aa’ Gym memang telah meminta izin kepadanya. Secara pribadi, Teh Ninih mengaku tidak keberatan. Sebab, hal itu juga merupakan sunah rasul. "Saya ikhlas dan rida, meskipun bagi sebagian perempuan itu terasa berat," ungkapnya.

Setelah melakukan jumpa pers di Jakarta, Aa’ Gym menurut rencana akan kembali mengadakan jumpa pers di Bandung besoknya (hari ini, Red). Acara tersebut akan dilangsungkan di Kantor Daarut Tauhiid Bandung. "Mau Aa’ Gym sih jumpa pers cukup di Jakarta saja, tapi sekretarisnya menyarankan sekalian di Bandung juga," jelas Humas Yayasan Daarut Tauhiid (DT) Arif Rahman.

Menurut Arif, Aa’ Gym segera mengambil keputusan untuk mengadakan jumpa pres tersebut setelah banyak beredar kabar soal pernikahan keduanya itu di media massa. "Aa’ Gym sih nggak emosi. Dia nggak marah. Cuma beritanya jadi simpang siur," katanya.

Ketika dihubungi Jawa Pos, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung Kiai Miftah yang dikabarkan menjadi penghulu atas pernikahan kedua Aa’ Gym ternyata sedang tidak berada di rumah. "Bapak sedang menghadiri pengajian," kata Sri Farida, istri Kiai Miftah.

Menurut Farida, bukan Kiai Miftah yang menikahkan atau menjadi penghulu dalam pernikahan Aa’ Gym. Bahkan, Kai Miftah sebenarnya tidak tahu tujuan undangan Aa’ Gym ketika itu.

"Bapak (Kiai Miftah, Red) baru tahu kalau itu acara akad nikah Aa’ Gym setelah bapak berada di sana," jelasnya. Jadi, kata Farida, kapasitas Kiai Miftah dalam acara pernikahan Aa’ Gym sekadar tamu, bukan penghulu.

Begitu rahasianya acara pernikahan Aa’ Gym itu, sampai-sampai Farida tidak mengetahui langsung kabar tersebut dari Kiai Miftah. "Saya baru saja mengetahui kabar pernikahan itu dari media," ujarnya. Sayang, Farida lupa tanggal pasti acara pernikahan
==============================================================

komentar :

Aplaus buat Aa’Gym yang memberikan contoh bagus bagaimana berpoligami dan semoga bisa merubah pandangan buruk poligami.

Asal poligami jangan sampai dijadikan alasan pria gak bermoral saja :D. utk memenuhi hawa nafsunya

Masih banyak janda2 atau wanita lemah yang butuh penopang hidup di Indonesia ini.

Wah klo aku, pikir2 dulu klo mo punya istri 2 ^_^ wakakakakaka

, istri satu saju sulit merawatnya…

belum lagi kerjaannya banyak. …

Gimana mbagi waktunya ya….???

Bisa divonis pasti candra GAK BAKAL ADIL ^_^.

Gimana klo Membangun Lembaga Pendistribusian Janda2 & Wanita saja klo gitu :D

utk para laki2 jomblo

Hus bercanda terus …

Tampil Sepuluh Lagu, Ratu Akui Dibesarkan ITS

November 26th, 2006 by kaliurang2012

ImagephpP
uncak acara kegiatan Dies
Natalis ke-46 ITS diakhiri dengan acara Malam Seni, Jumat (24/11) malam
dengan menghadirkan penyanyi kelompok duo Ratu, Maia Ahmad dan Mulan
Kwok, berlangsung meriah. Undangan yang dicetak panitia sebanyak 1.800,
kata Ketua Panitia, Prof Riyanarto Sarno, hanya tersisa beberapa puluh
lembar saja.

Graha Sepuluh Nopember, ITS Online - Maia Ahmad, salah
satu personil Ratu mengaku dibesarkan oleh ITS. “Sejak lahir, kecil dan
hingga kini saya dibesarkan oleh ITS, karena memang orang tua saya
menjadi dosen di sini sampai sekarang,” kata Maia yang tidak lain
adalah putri dari mantan Rektor ITS, Ir Harjono Sigit BS, yang malam
itu juga hadir menyaksikan kelincahan putrinya di atas panggung.

Maia
juga mengakui kalau keinginannya untuk tampil di kampus ITS sudah sejak
lama, tapi baru bisa pada malam seni Dies Natalis ini. “Sebenarnya saya
sudah sejak lama ingin tampil di kampus yang telah membesarkan saya,
tapi baru kali ini kesampaian,” ungkap istri Ahmad Dhani ini.

Penampilan
Ratu yang membawakan sepuluh lagu memang sangat ditunggu-tunggu
penonton, seolah menjadi puncak kemeriahan malam seni itu.
"Ratu….Ratu…..Ratu….," teriak penonton dengan serentak ketika diminta
pembawa acara memanggil Ratu untuk tampil di panggung.

Sayangnya,
baru tampil dengan dua lagunya, Ratu Sejagat dan Di Dada Mu, Ada Kumis
Mu, pembangkit listrik yang digunakan untuk memasok peralatan musik dan
sound system tiba-tiba saja mati.

Meski harus menunggu sekitar
setengah jam lebih, para penonton pun tetap duduk manis, menunggu
penampilan Ratu berikutnya. Tampil seusai perbaikan pembangkit listrik,
Ratu pun menyapa dan berterima kasih atas kesabaran para penonton untuk
tenang dan menunggu perbaikan.

Sesi berikutnya, duet Maia Ahmad
dan Mulan Kwok ini membawakan lagu-lagu hitnya, diantaranya Aku
Baik-baik Saja, Semua Mencintai Mu, Semakin Hari Semakin Cinta, dan dua
lagu tenarnya Teman Tapi Mesra (TTM) dan Lelaki Buaya Darat, yang
dijadikan pamungkas penampilannya pada malam itu.

Sebelum
pempilan Ratu, band Paveroni Band dan Lawak Brodin juga tidak kalah
menariknya. Bukan hanya menarik, penampilan Brodin dengan tiga
temannnya berhasil mengocok perut para undangan dengan joke-joke
segarnya seputar hasil pemilihan calon Rektor.

Dari keluarga
besar ITS sendiri juga menampilan hiburannya. Ketua jurusan Arsitektur,
Dr Ir Bambang Soemardiono mengisi di awal acara dengan menyanyikan lagu
Kenangan Terindah dan You Rise Me Up. Demikian juga dengan Paduan Suara
Mahasiswa ITS yang membawakan beberapa lagu, antara lain lagu Jepang,
First Love. (humas/rif/ftr)

ARTIS artis Artis aRtiS aRTIS Chuuuu

November 26th, 2006 by kaliurang2012

Akhirnya ada hiburan ^_^ diakhir minggu

Maklum hiburannya lihat film terus di Laboratorium.

Minggu ini Dies Natalis ITS dimeriahkan Konser RATU , beberapa band, dan pelawak BRODIN ("boa bo dek")
FTIF ( FAK Tek Informasi )
Lumayan meski Sudah bosan denger lagunya yg penting bisa keluar bareng sama teman2 apalagi temanku lagi boring Tugas Akhirnya.

Sudah lama gak lihat konser lagu… mungkin sudah 3 tahun ++,seringny lihat konser seni.

Oh tapi kemaren di sangrila Microsoft kayaknya ngundang artis juga

nb: Nonton, komentar, gak pake jingkrak2 kesurupan
tiket lumayan murah 15 ribu jeh

——————————————————————————————————————————–

Ngomong2 tentang artis kok inget cerita waktu transit setelah dari Aceh mampir di jakarta selatan - tebet dalam -1mingguan ..

… Nah temanku neh yang lulusan stan dan kerja di pajak jaksel punya hoby berburu artis.

Sabtu klo gak salah sudah lupa ya Tok…
… kita jalan2 ke festival pameran komputer jakarta
lalu

setelah dari situ mau kemana lagi ya???? < berunding>

monas sudah bosan, TMII, ancol, casablanca beli cescesan (halah dekat kos lak’ an)

gimana kalo kesenayan tok usul temanku…. berburu artis. ( Hah seng genah, koyok opo ae ^_^. memang apa sih hebatnya artis mereka juga manusia, bagiku cukup nikmatin karyanya saja gak perlu terlalu anarkis :D ).

maklum juga kita paparazi yang haus utk mengabadikan sesuatu.

Ya nurut wis sampai di Senayan plasa sebenarnya masih terlalu sore belum jadi artisnya pada belum nongol.
Setelah lelah keliling2 lihat2 barang2 dan prosepek2 wirausaha. Pulang Yuk
Ketika perjalan pulang naik taksi terlihat dari kaca jendela Plasa baru dg mobil siaran langsung sctv
Itu ada apa ya kok spt siaran langsung. Halah mungkin nanti malam

Eh barusan sampai kos kok ada siaran langsung Dani dewa di Acara Pembukaan plasa baru.Plasa di depan senayan - tinggal nyebrang
Ya moto Dani lewat TV aja kalo gitu, toh hasilnya bagus lagi :))
Bisa diedit bareng kita lagi - dasar arek infor
————————————————————————————————————————————-
Kembali kecerita awal
berbeda dari konser2 yang sering aku ikuti
ini adalah konser yang sangat aku senangi.
Lampu putih…
… tidak gelap, tidak ada yg mojok, tidak ada pekerjaan tangan
… pejabat dan dosen + keluaganya juga banyak yg lihat ( banyak loh fans ratu yg dari anak2 )
Anak ITS - ada juga yang antusias dari UNAIR dll

Ternyata konser terakhir yang kulihat ini adalah konser paling menarik dan bagus.
Suara penyanyi lebih bagus dr rekaman/ tdk berkurang kualitasnya.
Ditambah satu ruangan auala dari lantai 1-3,
….pada 2 lagu terakhir menyanyikannnya secara bersama2 wah …

seneng juga ya….
… seneng juga klo penontonnya berpendidikan tidak norak

cukup lihat artis dari sisi karya, kepribadian dan ilmu yang bisa diambil dari mereka, …
….jangan terlalu berlebih. Gimana klo membuat diri sendiri sebagai Artis …. ^_^

Toh artis  juga kadang menyampaikan lirik lagu (ilmu) yang salah..
…. artis adalah model yg mewakili dari suatu komunitas manusia.

Artis juga manusia jangan berkiblat pd tokoh seutuhnya…
… ketika tokoh itu berubah anda akan kehilangan pedoman.

Toh mereka juga berteriak2 di neraka karena dosanya dan anda tidak akan berkata ATIS ARTIS :))
Mungkin artisnya ngomong tolong-tolong panas panas.

Huss kok ngomongnya ngelantur gini

Udah ya buku Maiya ku

Pahlawan Yang Terlupakan

November 26th, 2006 by kaliurang2012
25 November 1994 - 25 November
2006
Selamat Hari Guru !
 
Lagu I
 
Terpujilah wahai engkau ibu bapak
guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir
di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk
pengabdianmu
 
Engkau sabagai pelita dalam
kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot
pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa
 
Lagu 2
 
Terima kasihku kuucapkan
Pada
guruku yang tulus
Ilmu yang berguna slalu dilimpahkan
Untuk bekalku
nanti
 
Tiap hari ‘ku dibimbingnya
Agar
tumbuhlah bakatku
‘Kan kuingat s’lalu nasehat guruku
Terima kasih
kuucapkan

 


 
Puisi Faiz
KEPADA GURU

Aku selalu bermimpi
matahari telah melahirkan para guru
dan guru melahirkan banyak matahari
hingga matahari tak lagi sendiri

Matahari tak pernah sendiri, guru
ia selalu ada bersamamu
hangatkan cinta yang tumbuh
dan menyinari cakrawala kecilku
selalu
(November, 2002, dari buku: Guru Matahari, DAR Mizan
2004)

BBS INF ITS

Nuh Kalah di Senat

November 18th, 2006 by kaliurang2012

Kejutan, Priyo Suprobo Teratas
SURABAYA - Sungguh di luar dugaan, rektor incumbent ITS Mohammad Nuh kalah pada pemungutan suara anggota senat dalam pemilihan calon rektor (pilcarek) periode 2007-2001. Dia kemarin hanya meraih total 145 poin, terpaut jauh dari Priyo Suprobo, carek dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), yang mengantongi 221 poin.

“Cukup mengejutkan. Posisi incumbent pada penjaringan pendapat yang lalu mencapai 71 persen lebih. Tapi, ternyata bisa kalah dengan suara sisanya,” tutur Paulus Indiyono, guru besar dari Fakultas Teknik Kelautan (FTK) yang juga anggota senat ITS. Dalam pemungutan suara kemarin, dari total 69 anggota senat, hanya dua yang tidak hadir.

Probo -sapaan karib Priyo Suprobo-dan Nuh tampil superior dibandingkan ketiga carek lainnya. Lihat saja perolehan poin urutan ketiga hingga kelima. Nadjadji Anwar hanya memperoleh 21 poin, disusul Djauhar Manfaat (19), dan Eko Budi Djatmiko (17).

Tiga nama teratas akan disodorkan ke Mendiknas dan kemudian dilanjutkan ke meja presiden. Keputusan sepenuhnya berada di tangan RI-1. Hasil pemungutan suara kemarin tentu menjadi perhitungan tersendiri bagi presiden. “Dalam sejarah, jarang sekali presiden tidak memilih yang nomor satu,” tutur Mahmud Zaki, ketua pilcarek ITS.

Zaki menuturkan, pengiriman laporan berita acara ke presiden paling lambat pada akhir bulan ini. Panitia akan melampirkan seluruh proses pilcarek dalam berita acara. “Mulai awal, termasuk penjaringan pendapat hingga keputusan senat,” lanjut Zaki, yang juga mengaku surprise dengan hasil pemungutan suara senat kemarin.

Kapan keputusan presiden turun? “Kita hanya bisa menunggu, semuanya tergantung presiden. SK rektor (baru) bisa turun sebelum atau sesudah masa jabatan rektor saat ini habis (pada 17 Februari 2007, Red)” jelas Zaki.

Komposisi hasil pemungutan suara kemarin membuat heran Paulus Indiyono. Dia menduga beberapa senat jurusan tidak mewakili jurusannya. “Berarti ada yang nggak bener,” tutur mantan ketua jurusan Teknik Kelautan (2000-2003) itu.

Paulus kemudian mencontohkan fakultasnya sendiri, FTK. “Nggak ada yang milih Pak Eko atau Djauhar. Seharusnya senat jurusan mewakili jurusan. Berbeda dengan saya, kan guru besar, jadi bebas,” lanjutnya.

Selain itu, lanjut dia, suara guru besar FTSP dan Fakultas Teknologi Industri (FTI, asal incumbent M. Nuh.) seharusnya seimbang. “Itu jika dilihat dari jumlah guru besar. Mungkin FTI ada yang membelot,” tuturnya lantas tertawa.

Meski begitu, Paulus mengajak seluruh civitas ITS untuk menerima hasil keputusan dengan lapang dada. “Inilah hasilnya,” tuturnya.

Berbeda dengan Paulus, mantan rektor dua periode ITS (1998-2003) Soegiono mengaku tidak kaget dengan hasil pemungutan suara senat. “Itulah demokrasi, aturan mainnya sudah ditetapkan begitu,” tutur Soegiono.

Kendati Nuh unggul telak dalam penjaringan pendapat 18 Oktober lalu, elemen karyawan pernah mengungkapkan kekhawatiran kondisi itu bakal berbalik. Suara itu disampaikan dalam tanya-jawab dalam penyampaian visi-misi carek pada Rabu lalu.

Karyawan mempertanyakan, bagaimana jika yang terpilih nanti bukan pilihan mayoritas civitas ITS. “Ya, saya mengerti. Namun, peraturan itu sudah ditetapkan sejak dulu. Ketika periode saya juga begitu,” tutur Soegiono.

Pemungutan suara senat kemarin dimulai sekitar pukul 13.45. Noor Endah, guru besar asal FTSP yang juga Pembantu Rektor I ITS, membuka acara sebagai ketua senat menggantikan rektor. Setelah itu dilanjutkan pemaparan Zaki selaku ketua pilcarek tentang aturan main pemilihan.

Amplop kemudian dibagi, para anggota senat lantas menuliskan pilihannya langsung di tempat. Tak ada bilik khusus. Pemilihan dan pembacaan pilihan dilakukan dengan cepat.

Sama sekali tidak ada suasana tegang. Anggota senat malah dibuat ger-geran dengan respons Djauhar dan Eko setiap kali nama mereka disebut. Dua carek tersebut saling berjabat tangan setiap kali nama mereka tertera di kertas pemilihan. Secara berseloroh Djauhar dan Eko saling bersahutan, “Alhamdulillah, ada yang milih.”

Sidang bersifat tertutup. Namun, di luar ruang senat lantai dua rektorat tersebut dipasang CCTV. Salah satunya di depan meja resepsionis. Para karyawan mengerubuti televisi yang menanyangkan secara langsung jalannya acara. Sorak-sorai terdengar setiap kali nama carek dukungannya disebut. Sidang baru dibuka untuk umum sekitar pukul 14.30. Saat itu, senat mulai menghitung suara.

http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=257014